Rabu, 05 Oktober 2011

Bukan Bulan Merah

Kupandangi 
Kunikmati
Kurasuki
Malam ini BULAN tak berwarna merah kawan
Malam ini ia bersinar. Cerah.
Mengundang arwah penjelajahnya untuk tersenyum
Melihat malaikat-malaikat yang berterbangan di sepertiga malam
Neil Amstrong. Ya! Aku melihatnya
Wajahnya merah. Merekah. Seperti mawar yang dijual di pasar
Bukan seperti warna bulan yang sedang kunikmati ini
“Hei nak..”
Kudengar sayup-sayup suaranya memecah kesenyapan ruang hampa
Ia memanggil seorang gadis kecil yang sedang tersungkur menikmati malam
Gadis kecil yang baru belajar a-ba-ta dan tsa kehidupan
Pelayar angkasa itu memanggil dari tempat yang jauh di nebula sana
Ia tak bisa turun, merata dengan tanah
Ia hanya ingin ikut serta, menyelami kesyahduan malam ini, bersama gadis kecil pecinta Tuhannya
Spesial untuk: yang ditandai dalam catatan ini..
Tulisan berantakan di atas itu, kata-katanya mungkin gak seindah gaya bahasamu, gak setinggi diksimu, gak sepuitis karya-karya Chairil Anwar, gak serumit sajak Sutardji Calzoum Bachri, dan gak sedahsyat buah pikiran hebat Ismail Marzuki.. J hehehee
Ini hanya “celotehan hati” pembuatnya, yang terinspirasi dari salah satu karya Bang Haji Rhoma Irama, “Be-ga-dang”...
Selamat Menikmati  
(KARYAKAN!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar