Kupandangi
Kunikmati
Kurasuki
Malam ini BULAN tak berwarna merah kawan
Malam ini ia bersinar. Cerah.
Mengundang arwah penjelajahnya untuk tersenyum
Melihat malaikat-malaikat yang berterbangan di
sepertiga malam
Neil Amstrong. Ya! Aku melihatnya
Wajahnya merah. Merekah. Seperti mawar yang dijual
di pasar
Bukan seperti warna bulan yang sedang kunikmati ini
“Hei nak..”
Kudengar sayup-sayup suaranya memecah kesenyapan
ruang hampa
Ia memanggil seorang gadis kecil yang sedang
tersungkur menikmati malam
Gadis kecil yang baru belajar a-ba-ta dan tsa
kehidupan
Pelayar angkasa itu memanggil dari tempat yang jauh
di nebula sana
Ia tak bisa turun, merata dengan tanah
Ia hanya ingin ikut serta, menyelami kesyahduan
malam ini, bersama gadis kecil pecinta Tuhannya
Spesial untuk: yang ditandai dalam catatan ini..
Tulisan berantakan di atas itu,
kata-katanya mungkin gak seindah gaya bahasamu, gak setinggi diksimu, gak
sepuitis karya-karya Chairil Anwar, gak serumit sajak Sutardji Calzoum Bachri,
dan gak sedahsyat buah pikiran hebat Ismail Marzuki.. J hehehee
Ini hanya “celotehan hati” pembuatnya, yang
terinspirasi dari salah satu karya Bang Haji Rhoma Irama, “Be-ga-dang”...
Selamat
Menikmati
(KARYAKAN!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar