Kamis, 06 Oktober 2011

Mari mencoblos


Ketika semua orang dihebohkan dengan pemilihan calon-calon pemimpin baru, apakah itu presiden, walikota, pak RT baru atau mungkin calon presiden mahasiswa baru di kampus-kampus, maka kita pun kadang terbawa dengan isu-isu dan kabar burung yang ada, mulai dari isu kalo calon  pernah memalsukan ijazah waktu SMA dulu, isu kalo calon punya ayan (#ngeeek), sampe isu kalo si calon ternyata kasep pisan atau apalah itu..
Tapi yang jelas, saya banyak melihat tipe-tipe orang dalam menghadapi pemilihan raya atau pemilihan umum ini.. Ada yang aneh. Ada juga yang memang sering kita lihat. Kalo berdasarkan pelajaran Kewarganegaraan  ada tiga tipe orang dalam menentukan pilihannya: yang pertama itu saya lupa, yang kedua juga sama (lupa), nah tipe ketiga itu kalo ga salah orang yang apatis, atau sama sekali gak mau tau.
Kalo orang-orang berikut ini,, adalah perluasan dari tipe-tipe yang ada dalam buku Kewarganegaraan, atau mungkin bisa dibilang contoh nyatanya.. Lalu, termasuk tipe pemilih yang manakah kita?
1)Tipe “saya bantu ya, tapi maaf gak saya pilih”. Orang seperti ini adalah orang yang sudah dipercaya untuk menjadi kader-kader pendukung oleh salah satu calon pemimpin, tapi ditengah jalan ia mengalami kegalauan, karena kandidat yang lain ternyata berasal dari daerah yang sama, atau ternyata lebih ganteng, atau ternyata dia adalah anak temannya saudara laki-laki dari kakak sepupunya tetangga nenek salah satu teman. (yah itulahh). Tipe orang yang satu ini adalah tipe orang galau yang baik hati, karena ia dengan senang hati mendukung salah satu calon yang memintanya menjadi tim sukses walaupun pada akhirnya ia gak akan mendukung orang itu.
Cara menghadapi: Sabar dan berlapangdada lah para calon yang memintanya menjadi tim sukses.
2) Tipe “kamu senyum, aku coblos”. Nah kalo tipe yang satu ini adalah tipe orang yang cukup aneh. Salah satu sebab ia melakukan tindakan seperti ini karena mungkin dia ga kenal dengan semua kandidat pemimpin yang dicalonkan. Orang ini biasanya gak pernah ikut atau lihat acara debat dan diskusi dengan para kandidat.. atau mungkin dia cuma numpang lewat aja ketika acara-acara itu sedang berlangsung. Dapet leaflet berisi profil calon, dan visi misi mereka, terus langsung dimasukin ke dalam tas dan hanya dipandang-pandang dengan tidak seksama dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, lebih singkat dari bikin naskah proklamasi. Males bacanya, panjang banget, dan gak menarik. Abis Cuma pake kertas item putih. Bisa makin burem mata saya. Haha alasan! Bilang aja emang males baca! Nah saat detik-detik dia harus membuat keputusan dan pilihan untuk salah satu calon yang semuanya tidak ia kenal, maka orang ajaib ini pun berkata “pokoknya kalo nanti tuh orang fotonya senyum ke gue, tuh orang bakalan langsung gue coblos fotonya”. Maka ia akan mengamati baik-baik foto para kandidat yang ada di kertas suara. Sesangar dan seserem apapun orang itu, asalkan fotonya sambil senyum, pasti calon itu akan dipilih sama orang tipe “kamu senyum, aku coblos” ini.
Cara menghadapi: kalian para calon pemimpin harus mengetahui selera pasar, eh maksudnya selera pemilih, salah satunya dengan menentukan gaya foto kamu, jangan resmi dan tegang-tegang amat, seperti orang nahan ehm sorry, “BAB waktu lagi ujian”.. (haha), foto lah senyaman, setenang, dan seganteng atau secantik mungkin, dan jangan lupa senyum yang manis! Ga perlu senyum tiga jari juga kaliiiii! Lebay!!! ..... Anggap aja dengan senyum itu kamu ibadah, kamu senyumin orang-orang yang memilih kamu dan kamu senyumin orang-orang yang males ngeliat senyuman kamu itu :-)
3) Tipe “kamu kasih aku pilih”. Tipe ini biasanya ibu-ibu yang cuma dikasih kerudung aja bisa langsung memutuskan untuk memilih calon yang memberi bingkisan sederhana itu, atau bapak-bapak yang dengan rasa senang dan riang hati mendapat kaos bergambarkan foto calon kandidat dengan pose tersenyum sambil menunjukkan jari jempol besar mereka dan seolah-olah berkata “hey.. aku oke kan!!!” (o,o’).. dan pastinya semua bingkisan itu tidak diberikan dengan cuma-cuma dong saudara saudara.. karena para kandidat itu pasti mengharapkan semua ibu-ibu dan bapak-bapak yang mendapatkan bingkisan darinya akan tertarik dan dengan senang hati akan merelakan segenap tenaganya untuk mencoblos foto si kandidat di kertas suara, gak peduli senorak dan semenor apapun dandanan kandidat tersebut, dan gak mau tau juga seperti apa nanti kalau orang itu sukses menjadi pemimpin yang terpilih, karena bagi mereka sehelai kerudung dan sebuntelan kaos(haha, bahasa apa ini, buntelan???) lebih penting untuk saat itu, dibandingkan dengan apa jadinya hidup mereka nanti, dimasa yang akan datang kelak (asiikk dah) setelah si tukang sogok itu terpiih. Guru saya juga pernah bercerita, di tempat tinggalnya pada saat sedang marak pemilihan umum, sering ada oknum-oknum kandidat yang biasanya melakukan serangan fajar, bukan! mereka bukan ngajakin perang pagi-pagi buta.. tapi mereka memanfaatkan pagi hari tepat disaat hari H pencoblosan dengan menyalurkan  sogokan-sogokan berupa beras 5 kilo saja saudara-saudara!!!.. beras 5 kilo ini mungkin cukup berguna bagi mereka yang sangat membutuhkan. Tapi dari caranya itu, sebenarnya bisa kita lihat seperti apa watak para kandidat yang memanfaatkan keadaan dan kesusahan orang lain hanya untuk mendapat simpati dan tentunya mendapat “coblosan cinta 5 kilo beras” ini pada kertas-kertas suara mereka.. Yang akan membuat mereka tertawa bahagia.
Cara menghadapi: Hey para ibu-ibu dan bapak-bapak, tinggikanlah standar sogokan kalian. Jangan mau disuruh pilih, kalo cuma dikasih kerudung, kaos oblong foto jempol kaki si calon atau jangan mau hanya dengan beras 5 kilo doang, mintalah sekontainer, lumayan buat jatah anak cucu sampe turunan ke-8., hehe. Kecuali ya, kalo para calon itu memberikan kalian apartemen mewah  atau mobil BMW serie terbaru.. Hoalah (gak bener juga ini!!!) yang jelas tinggikan standar kalian! buka wawasan selebar-lebarnya, karena para kandidat itu pun pasti akan berfikir jutaan kali kalo harus memberikan apartemen atau BMW untuk ibu-ibu + bapak-bapak sekampung..

Rabu, 05 Oktober 2011

Bukan Bulan Merah

Kupandangi 
Kunikmati
Kurasuki
Malam ini BULAN tak berwarna merah kawan
Malam ini ia bersinar. Cerah.
Mengundang arwah penjelajahnya untuk tersenyum
Melihat malaikat-malaikat yang berterbangan di sepertiga malam
Neil Amstrong. Ya! Aku melihatnya
Wajahnya merah. Merekah. Seperti mawar yang dijual di pasar
Bukan seperti warna bulan yang sedang kunikmati ini
“Hei nak..”
Kudengar sayup-sayup suaranya memecah kesenyapan ruang hampa
Ia memanggil seorang gadis kecil yang sedang tersungkur menikmati malam
Gadis kecil yang baru belajar a-ba-ta dan tsa kehidupan
Pelayar angkasa itu memanggil dari tempat yang jauh di nebula sana
Ia tak bisa turun, merata dengan tanah
Ia hanya ingin ikut serta, menyelami kesyahduan malam ini, bersama gadis kecil pecinta Tuhannya
Spesial untuk: yang ditandai dalam catatan ini..
Tulisan berantakan di atas itu, kata-katanya mungkin gak seindah gaya bahasamu, gak setinggi diksimu, gak sepuitis karya-karya Chairil Anwar, gak serumit sajak Sutardji Calzoum Bachri, dan gak sedahsyat buah pikiran hebat Ismail Marzuki.. J hehehee
Ini hanya “celotehan hati” pembuatnya, yang terinspirasi dari salah satu karya Bang Haji Rhoma Irama, “Be-ga-dang”...
Selamat Menikmati  
(KARYAKAN!)

Kamis, 31 Maret 2011

sekedar sapa



Dia adalah bintang
Dan saya seperti pagi yang selalu menunggu malam datang

Jumat, 25 Maret 2011

Rindu..

Mungkin terdengar seperti judul lagu dangdut atau pop komersil saat ini..
Tapi itulah yang saya rasa sekarang.. "Rindu. Betapa rindu hatiku..." Berharap baik boleh-boleh saja bukan? dan untuk terus berharap, kenapa tidak?!
Dia yang disana.
Mungkin tidak pernah merindukan saya yang masih mematung tak bergerak dari tempat ini.
Apakah rindu ini sia-sia? .. Tidak!

Saya berharap. Tapi tidak terlalu memaksakan.
Saya tidak pernah memaksa. Tapi saya masih akan terus berharap.

Berharap dapat menjelajahinya. Memasuki keindahannya. Mengagumi keanggunan dan keangkuhannya.
Hanya itu.

Hanya itulah yang saya inginkan.. Saya ingin menyusulnya ke sana.. Menorehkan cerita indah bersama.
Larut dalam keriangan ketika impian itu menjadi kenyataan..

Aku merindukan..
 
B.E.R.L.I.N.
Semoga suatu hari kita bisa berjumpa. Bukan hanya dalam mimpi saja.


Ini tembok Berlin. Tembok ini didirikan pada tanggal 13 Agustus 1961 oleh pemerintahan komunis Jerman Timur di bawah pimpinan Walter Ulbricht. Tembok yang terletak di kota Berlin ini pernah memisahkan negara Jerman. Barat dan Timur karena terjadinya perang dingin . Keangkuhan tembok besar ini mulai runtuh seirng dengan hancurnya idiologi komunis pada saat 20 tahun silam.

(Wah.. seru banget kalo bisa jalan-jalan menelusuri tembok ini. Pertanyaan: Ini tembok ada ujungnya ga ya? Jika ya, didaerah mana tuh? apakah tembok berlin itu ujungnya ada di Bogor, tepatnya dramaga, karena di dekat kampus saya juga ada tembok berlin loh..  )

Dan Berlin pun termasuk ke dalam kota-kota termahal di dunia..........

Berlin, Jerman
(Tahun 2010 menempati peringkat ke:26)

Makan siang di restoran: $ 24
Satu kg beras: $ 5,23
Satu lusin telur: $ 5,52
Movie ticket: $ 11,50
Peralatan: Mesin cuci: $ 789

Industri utama Berlin meliputi teknik elektro, manufaktur kendaraan bermotor, rekayasa, mekanik dan kimia. Seperti perusahaan Siemens dan perusahaan kereta api Deutsche Bahn yang berbasis di ibukota Jerman. Harga Gas di negara tersebut tinggi dibandingkan dengan tempat lain: lebih dari $ 7 per galon, menurut data Maret dari Administrasi Informasi Energi AS.

(ga perlu jauh-jauh ke Berlin deh, di Indonesia aja harga gas cukup mahal, ditambah lagi sering meledak dimana-mana, dan salah satu penambangan gasnya pun, sungguh membuat sengsara masyarakat Indonesia, tepatnya saudara-saudara kita yang ada di Sidoarjo.. Lumpur Lapindo. Akankah menenggelamakan Pulau Jawa???)
Yang jelas, saya ingin mengenal Berlin lebih dekat, tapi yang pasti saya juga ingin mengenal negeri tercinta saya lebih dekat lagi.. Banyak banget potensi alam di Indonesia yang sangat amat indah, mulai dari sabang sampai merauke, ga kalah indahnya dibanding BERLIN..


Senin, 21 Maret 2011

Adakalanya



Adakalanya orang-orang disekitarmu tak mengerti dirimu.
Tak mau tau.
Atau mungkin tak memahami perasaan yang kamu rasakan.
Tapi biar saja..
Selama kamu masih bisa menjalani dan memahami dirimu sendiri.
Disaat masalah-masalah datang kepadamu tanpa kompromi.
Biarkan saja..
Cukup jalani dan jadikan semuanya sebagai pembelajaran.
Karena mungkin tidak semua orang mau tau dan tidak semua orang perlu tau tentang rasa sakit yang sedang kamu rasakan.
Biarlah mereka memandang rendah dirimu..
Tapi jangan sampai mereka merendahkanmu.
Biarlah mereka menganggap apa terhadap dirimu.
Asalkan anggapan mereka tak berarti apa-apa bagimu.
Tegar...
Sabar...
Semangat...
Dan bersyukurlah dengan semua jalan hidupmu ini...
Karena selalu ada hikmah dibalik semua ujian-Nya...
Yakinlah dengan Janji Allah...
Bahwa setelah kesulitan itu, pasti ada kemudahan...
Yakinlah...
Bahwa sesungguhnya kamu pantas bahagia...

Selasa, 01 Maret 2011

"Bersyukur" .. Mencoba untuk memotivasi diri

Beberapa minggu yang lalu tepatnya ketika pengumuman nilai-nilai UAS semester 3 mulai bermunculan di KRS, saya merasa agak-agak gimana gitu.. Ketikak sore hari, saya mendapat SMS dari si komti patah hati (ga boleh sebut merk), katanya sih nilai-nilai udah banyak yang keluar dan bisa langsung dilihat di KRS. Tanpa ba.bi.bu. lagi, saya langsung mencoba membuka krs.ipb.ac.id.. Lama banget loading nya.. Sambil harap-harap cemas dan berdoa dalam hati, saya coba terus buka situs itu..
KRS pun terbuka, saya segera login dan nge-klik menu nilai..

Dan.. Tadaaaa.....

Nilai saya sudah bertengger dengan manis di layar HP.. saya melihat ada sebuah Huruf mutu C untuk semester ini.. Lalu saya coba hitung IP yang saya dapat. Sepertinya sama saja dengan yang lalu.. ga terlalu meningkat pesat.. memang agak mengecewakan untuk beberapa saat. Dan saya sempat berfikir"apakah saya termasuk orang yang merugi, karena hasil yang saya dapat tidak terlalu meningkat".

Tapi.. Tunggu dulu!
Tiba-tiba saya teringat dengan sebuah kalimat mutiara yang saya baca sekilas di televisi beberapa jam sebelumnya.. yang intinya itu:

"Hidup itu bukan hanya sekedar cara kita untuk dapat mencapai target-target saja, tetapi yang terpenting dari hidup itu adalah bagaimana cara kita menghargai dan mensyukuri segala nikmat dalam hidup ini."

Kalimat itu langsung melayang-layang dalam fikiran saya (^^').. Dan pastinya itu benar banget! "Syukur itu adalah salah satu kunci kebahagiaan hidup kita". Astaghfirulloh.. Betapa kurang bersyukurnya saya dengan nilai yang telah saya dapat, sepertinya itu tidak terlalu buruk, ada kenaikan sebesar 1,2 dari yang sebelumnya.. Berarti saya ga merugi! Toh saya juga sudah berusaha dan belajar dengan cukup baik (tapi memang sepertinya harus lebih ditingkatkan lagi ya iss!), tentunya disertai dengan doa.. Saya juga sudah bertawakal! Menyerahkan semua hasilnya kepada Allah.. Dan semua itu pasti hasil yang terbaik menurut Allah untuk saya saat ini..

Dan kalaupun nilai ini tidak sesuai dengan target yang telah saya buat sebelumnya.. Itu berarti saya harus belajar lebih dan lebih giat lagi!.. Saya percaya ga ada yang sia-sia.. Semua yang saya lakukan Insya Allah ada hasilnya..  Mungkin Allah menyimpan nikmat-nikmat yang lain untuk saya.. Janji Allah itu pasti! Saya yakin itu!..

Saya akan terus berusaha untuk selalu mensyukuri semua nikmat dari Allah yang mungkin ga akan bisa saya hitung satu demi satu.. Karena saya ga ingin kufur nikmat..

"Saya tidak akan pernah lelah mengejar impian dalam hidup saya yang kini mulai dan semakin meninggi.. Ayoo terus kejar is, walau harus terbang ke bintang atau berlayar ke bulan untuk dapat mengejar semuanya".
haha.. (yang terakhir agak berlebihan)

Minggu, 06 Februari 2011

LUPA

Sekarang lagi di warnet.
Niatnya mau KRSan.
Tapi kenapa tiba-tiba.
SAYA LUPA PASSWORD LOGIN KRS saya!!.. Astaghfirulloh..
Padahal baru aja saya buka KRS lewat hp.. Dan saya ga lupa passwordnya. Tapi karena lama, akhirnya saya memutuskan untuk ngenet di warnet dekat rumah kontrakan di Bogor..

Dasar pelupa!!!

Alhasil, saya pun ngeblog dan nulis postingan ga jelas ini..

Bukan kali ini aja saya lupa dengan password.
Udah berkali-kali dan sering banget!
Contohnya, password FB.
haha,,
Saya emang jarang banget buka FB.
Salah satu sebabnya adalah, saya lupa Password FB saya yang masih kosong itu..
Semoga nanti. ga tau kapan???... Saya bisa inget ya  : )

Dan sekarang saya harus balik ke kontrakan dulu untuk lihat buku keramat (hehe..) karena saya cuma nulis password KRS di sampul buku tulis TPB..
Kalau buku itu ga ada..
Berarti wassalam deh..
Saya harus nunggu wangsit atau ilham untuk bisa inget password itu lagi..

OK.. SEMANGAT EUIIIIS!!!

Selasa, 25 Januari 2011

Sepatuku.. Dimanakah dirimu nak???

Beberapa menit yang lalu saya baru menyadari sebuah kenyataan yang amat pahit!!!

Sepatu yang baru satu kali saya pakai, raib begitu saja tanpa meninggalkan jejak sedikitpun..
Sungguh.! menyebalkan! ini salah saya sih, yang ga hati-hati dan meletakkan sepatu itu di depan rumah kontrakan,, kalo ditaruh sembarangan gitu, gimana ga ngundang maling???

Balio 34 udah semakin ga aman nih..

Banyak banget yang udah kehilangan barang-barang, mulai dari fatia yang kehilangan 2 hp sekaligus, mina yang kehilangan sendal gunung kesayangannya, dan baru saja saya kehilangan sepatu eagle putih bercorak merah yang baru beberapa hari lalu dibelikan papa.. Mengenaskan! ..

Padahal sepatu itu baru saja menyadarkan saya, kalau sebenarnya saya ga terlalu suka pake sepatu-sepatu yang flat seperti remaja-remaja jaman sekarang..Karena sudah beberapa minggu ini saya mencoba memakai sepatu flat yang cukup membuat kaki sakit. Dan ketika saya bertemu dengan teman-teman dekat asrama mereka akan merasa aneh.. "Wiih, euis tumben banget pake sepatu cewe.. CIE.. CIEEE"..

Dan sekarang??? Apa yang harus saya lakukan???

MENCOBA UNTUK MENGIKHLASKAN.. (SEMOGA ALLAH MENGGANTINYA DENGAN YANG LEBIH BAIK LAGI)... AMIIN..

sepatu putih bercorak merah masih menjadi idaman saya untuk saat ini..

DAN SAYA DOAKAN SEMOGA SI MALING CEPAT-CEPAT BERTAUBAT DEH.. MAKIN TAMBAH DOSA TUH!!!